Lompat ke konten
Home » Vonis Sepp Blatter dan Michel Platini atas Dugaan Penipuan

Vonis Sepp Blatter dan Michel Platini atas Dugaan Penipuan

  • oleh
W88 vonis sepp blatter

Vonis Sepp Blatter dan Michel Platini resmi dijatuhkan oleh lembaga pengadilan. Putusan ini diambil setelah keduanya dinilai bersalah oleh pihak pengadilan atas dakwaan penipuan yang diajukan pihak penuntut umum. Sebelumnya, Blatter diturunkan dari posisinya sebagai Presiden FIFA pada tahun 2015 silam. Peristiwa ini terjadi setelah investasi menunjukkan adanya dugaan pembayaran yang tidak sah. Sementara Platini sempat berharap melanjutkan tampuk kepemimpinan Blatter, walau sayangnya harus berujung pada nasib yang sama.

Gabung di W88 Sekarang

Putusan atas Vonis Sepp Blatter

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, dan mantan Presiden UEFA, Michel Platini telah mendapatkan putusan terkait dakawaan kasus penipuan. Dakwaan ini sendiri berawal dari investigasi internal selama setidaknya 6 tahun yang melibatkan kedua tokoh tersebut.

Blatter, sosok yang dipercaya mengomandoi FIFA dari 1998 hingga 2015 dan rekannya di UEFA, Platini, menjadi subyek investasi terkait pembayaran sejumlah 2 juta Franc Swiss atau setara dengan 1.6 juta poundsterling dari pihak FIFA ke Platini.

Menurut vonis Sepp Blatter tersebut, kedua pihak tersebut kemungkinan akan menghadap pengadilan dalam beberapa bulan mendatang. Keduanya dijadwalkan akan mendengarkan dakwaan dari pihak penuntut umum federal. Kabar yang beredar, seperti disampaikan W88 Indonesia, menyebutkan bahwa pembayaran tersebut mencederai aset FIFA dan memperkaya Platini dalam cara yang bertentangan dengan hukum.

Sebelumnya muncul klaim bahwa pada Januari 2011, Platini menuliskan surat kepada pihak FIFA. Dalam surat tersebut, ia meminta lembaga tersebut untuk melakukan pembayaran upah atas dirinya kala menjabat sebagai penasihat presidensial untuk Blatter pada rentang 1998 hingga 2002.

Kedua Pihak Menyangkal Jauh Sebelum Vonis Sepp Blatter Dijatuhkan

Terkait kabar ini, kedua pihak dengan lantang menyangkal kesalahan yang dituduhkan kepada mereka. Mereka justru menekankan bahwa kesepakatan verbal terkait pembayaran tersebut telah tercapai setidaknya pada 20 tahun yang lalu.

Meski demikian, Kejaksaan Agung Swiss mengklaim bahwa pemindahan dana tersebut telah bertentangan dengan hukum. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyatakan bahwa Kejaksaan Agung Swiss mendakwa Joseph Blatter atas tindakan penipuan di samping kemungkinan tindakan yang tidak patut, serta tindak kriminal terkait kesalahan dalam pengelolaan serta pemalsuan dokumen.

Sementara Michel Platini didakwa atas penipuan di samping kemungkinan turut serta dalam tindakan yang tidak patut serta turut serta dalam tindak kriminal kesalahan dan pengelolaan sebagai rekan pelaku serta pemalsuan dokumen.

Blatter ini akhirnya didepak dari kursinya sebagai Presiden FIFA pada tahun 20015 silam. Keputusan ini mengakhiri asa Platini untuk meneruskan tampuk kepemimpiinan di asosiasi sepakbola global tersebut. Sejak saat itu, kedua sosok ini telah dilarang untuk mengambil bagian dari setiap aktivitas sepakbola. Meski demikian, kabar yang beredar menyatakan Platini akan berupaya berjuang untuk melawan dakwaan tersebut di pengadilan Swiss. Blatter sendiri muali dilirik oleh aparat penegak hukum pada tahun 2015. Sementara Platini baru menjadi subyek investasi pada 5 tahun berselang.

Tanggapan Blatter

Terkait vonis Sepp Blatter ini, sang mantan Presiden FIFA tersebut menyatakan bahwa ia memantau setiap proses hukum tersebut dengan optimisme. Ia berharap bahwa dengan adanya penyelidikan hukum ini seluruh kebenaran dan fakta yang sebenarnya akan terbuka secara gamblang.

Terkait pembayaran yang berjumlah 2 juta Franc Swiss dari pihak FIFA kepada Michel Platini, ia hanya bisa menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan verbal. Kesepakatan tersebut mengatur perihal aktivitas sosok tersebut sebagai penasihat untuk FIFA pada rentang 1998 hingga 2002.