Lompat ke konten
Home » Keputusan Thomas Tuchel Mengantarkan Chelsea Menang atas Villareal

Keputusan Thomas Tuchel Mengantarkan Chelsea Menang atas Villareal

  • oleh
thomas tuchel W88

Thomas tuchel mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menurunkan Kepa Arrizabalaga untuk mengeksekusi penalti pada laga Super Cup kontra Villareal telah direncanakannya sebelumnya. Salah satu alasannya adalah kemampuan menakjubkan sang penjaga kiper berkebangsaan Spanyol tersebut dalaml mempertahankan gawang dari serangan tendangan penalti.

Gabung di W88 Sekarang

Thomas Tuchel dan Keputusan Pentingnya

Kepa memulai debutnya pada laga Chelsea vs Villareal kali ini sebagai pemain pengganti. Namun, pada momen-momen kritis, sang pelatih memutuskan untuk menurunkannya ke lapangan. Langkah ini jugala yang kemudian menjadi kunci kemenangan bagi Chelsea.

Sebelumnya, Gerard Moreno sebenarnya sudah berhasil menggagalkan serangan dari Hakim Ziyeh dari pihak lawan. Laga pun berlanjut dengan cukup sengit sebelum akhirnya momen-momen kritis penentu hasil laga akhirnya tiba.

Kala itu, Chelsea sempat terpojok karena serangan dari Kai Havertz berhasil digagalkan oleh Sergio Asenjo. Namun hasil laga kemudian berbalik menguntungkan The Blues. Hal ini dipastikan setelah Kepa berhasil menggagalkan serangan dari Raul Albiol dan Aissa Mandi.

Di Balik Langkah Terencana Thomas Tuchel

Keputusan untuk menurunkan Kepa memang terbukti menjadi langkah tepat dari sang pelatih. Berbagai pihak pun mencoba menghubungi Thomas Tuchel untuk memastikan hal ini. Menurut informasi yang kami rangkum dari W88 yang terkenal dengan fitur W88 login miliknya, sang pelatih mengatakan bahwa keputusannya tersebut bukanlah langkah spontan. Mereka telah membicarakan rencana ini dengan para penjaga gawang. Bahkan mereka pun sudah pernah menguji rencana ini kala berhadapan dengan Barnsley.

Laga tersebut kemudian memberikan statistik yang dibutuhkan oleh sang pelatih. Berdasarkan statistik itu pula, mereka mengetahui bahwa Kepa adalah pilihan paling tepat untuk menyelamatkan mereka dari serangan penalti.

Lebih lanjut, Thomas Tuchel juga berujar bahwa tim analisis internalnya dan para pelatih penjaga gawang menunjukkan kepadanya statistik yang mereka peroleh. Data tersebut kemudian ditunjukkan kepada para pemain. Setelah berdiskusi, mereka pun memutuskan bahwa meski pertandingan berakhir dengan adu penalti sekalipun, mereka kemungkinan besar bisa melewatinya.

Sang pelatih bahkan ingat betul reaksi positif yang ditunjukkan para pemainnya. Edou, misalnya, menyambut rencana tersebut dengan antusias. Dimulai dari pagi hari sebelum laga kontra Barnsley, rencana ini kemudian sudah diketahui oleh seluruh pemain, demikian menurut penuturan sang pelatih.

Keputusan Tepat

Thomas Tuchel kemudian menambahkan bahwa sejauh ini, Kepa terbukti mampu bermain dengan baik dan disiplin. Ia juga mampu bekerja sama dengan baik dengan seluruh pemain tim.

Ia bahkan memuji sang penjaga gawang yang tetap konsisten menjaga gawang, tanpa melakukan tindakan yang justru akan mengganggu ritme permainan. Dalam konferensi pers usai laga, Tuchel juga menekankan bahwa strategi penalti Chelsea telah dibahas secara terbuka sebelumnya bersama dengan Kepa dan Mendy. Keduanya dikabarkan setuju terkait peran mereka dalam skenario tersebut.

Oleh karena itu, sebagai pelatih, ia benar-benar bersyukur atas kerjasama dan peran positif yang diberikan oleh seluruh elemen tim. Menurutnya, Chelsea adalah contoh klub sepakbola yang sangat bagus. Ketika pertama kalimereka berhadapan dengan Barnsley, ia bisa berdiskusi dengan para penjaga gawang dan bagian analisis. Ia begitu bersyukur mampu memperoleh dukungan berupa data statistik yang ada. Data tersebut jugalah yang akhirnya membuatnya tahu bahwa Willy Caballero adalah opsi terbaik mereka ketika harus berakhir dengan adu penalti.

Data tersebut menunjukkan analisis terhadap ribuan tendangan penalti yang dilakukan oleh Willy. Data kemudian menunjukkan Kepa adalah opsi terbaik kedua mereka, disambung dengan Edou. Berdasarkan analisis tersebut, diskusi kemudian dilanjutkan dengan ketiga penjaga gawang tersebut. Kondisi ini juga yang akhirnya menempatkan para penjaga gawang dalalm kondisi sadar betul akan peran mereka pada laga yang akan dijalani.